Serba-serbi Menanam Kayu Manis Ceylon

Kayu manis, khususnya si rempah pemilik nama ilmiah Cinnamomum Zeylanicum ini asalnya dari Sri Lanka (Ceylon) karenanya tidak jarang disebut juga kayu manis Ceylon. Di tempat asalnya, kayu manis Ceylon dimanfaatkan sebagai media pengobatan sejak beratus-ratus silam. Kayu manis Sri Lanka memiliki berbagai khasiat untuk kesehatan. Ngomong-ngomong, kayu manis Ceylon juga terdapat di Indonesia, meskipun ia tidak dapat tumbuh sebaik di negara asalnya. Kayu manis Ceylon didatangkan ke pulau Jawa pada tahun 1825 untuk dikembangbiakkan dan diprospekkan menjadi sebuah komoditi. Hingga akhirnya, kayu manis pun menjadi komoditi yang penting di Indonesia. Namun dikarenakan hasil produksi dari jenis Zeylanicum tidak terlalu bagus, jenis kayu manis yang ditanam pun diganti; disesuaikan dengan kontur tanah dan cuaca yang ada di Indonesia. Cassiavera adalah penggantinya, yang membuat Indonesia menempati urutan terbesar sebagai pengekspor kayu  manis di dunia, yaitu 26% dari ekspor dunia.

Namun, lagi-lagi manisnya nilai ekspor kayu manis tidak selalu bisa dicecap oleh petaninya. Karena terkendala cara budidaya yang belum sesuai prosedur, lemahnya di permodalan atau terbatasnya ketersediaan bibit kayu manis. Disamping itu, kayu manis Ceylon dari Sri Lanka lebih diminati karena kualitasnya yang ”high-end,” melebihi negara-negara pengekspor kayu manis lainnya.

Dengan pemeliharaan yang pas bisa jadi kayu manis Ceylon dapat tumbuh subur dengan kualitas bagus, meskipun ia tumbuh di tanah Indonesia. Pemeliharaan yang baik dan tepat, sangatlah berperan untuk menghasilkan produk kayu manis yang berkualitas. Cara menanam kayu manis Ceylon pun harus lebih cermat dan teliti. Tanamlah bibit kayu manis Ceylonnya dengan jeda berjarak 3 sampai 4 meter, dengan begitu hanya sekitar 4-5 tahun Anda akan mendapati lahan perkebunan Anda menjadi sebuah hutan kayu manis yang rapat. Tidak hanya terlihat seperti hutan, pertumbuhan tanaman kayu manis Ceylon Anda akan optimal dengan batang pokok lurus dan mempunyai banyak cabang, serta kualitas kulit kayunya yang baik.

Untuk lebih jelasnya bagaimana cara menanam kayu manis Ceylon, Anda bisa menyimak beberapa tahapan berikut:

  • Menyiapkan lahan

Lahan yang akan dipakai haruslah bebas dari semak dan gulma. Gemburkan tanahnya dengan mencangkulnya sebanyak dua kali, kemudian diratakan kembali. Jika Anda ingin menanam si kayu manis Ceylon dengan sistem tumpang sari, maka jarak tiap lubang tanamnya adalah 3-4 meter. Tetapi kalau ingin menerapkan sistem monokultur, Anda bisa memperpendek jaraknya.

  • Penyiapan bibit

Bibit kayu manis Ceylon yang akan ditanam bisa berasal dari biji hasil persemaian yang berumur 8-12 bulan; atau bibit dari tunas yang akarnya sudah tumbuh, paling tidak tinggi tunas kayu manisnya harus mencapai 50-60 cm. Karena, jika terlalu tinggi tunasnya tidak akan tahan terkena terpaan angin. Nah, saat akan menanam, bungkus akarnya dengan tanah. Pilih bibit dari tunas yang sudah berumur minimal 6 bulan dan daunnya pun dalam keadaan tua.

Anda bisa juga menyiapkan bibit kayu manis Ceylon dari hasil stek. Bibit kayu manis Ceylon yang asalnya dari stek haruslah sehat serta memiliki pertumbuhan yang baik. Tanamlah bibit yang mempunyai tinggi kira-kira 50-60 cm.

  • Penanaman

Cara menanam kayu manis Ceylon bisa dilakukan dengan dua sistem, seperti yang sempat kita sebut di atas, yaitu sistem monokultur dan sistem tumpang sari. Apa yang dimaksud dengan monokultur? Adalah menanami sebuah lahan dengan satu jenis tanaman tidak lebih, dan menggunakan jarak tanam 1,5 m x 1,5 m. Lalu, apa itu sistem tumpang sari? Adalah lahan pertanaman yang ditanami beberapa macam tanaman. Umumnya, jenis tanaman yang digunakan untuk tumpang sari ada palawija, cengekeh atau kopi. Dalam penerapan sistem tumpang sari, jarak antar tanaman sekitar 3 sampai 4 meter, bahkan ada yang 5 meteran.

Waktu penanaman, harap perhatikan lubang tanam yang Anda buat, sudahkan diberi pupuk kandang sebanyak satu kilogram di tiap lubangnya? Bila Anda menggunakan bibit kayu manis Ceylon yang tumbuh di polibek dari hasil persemaian biji, berhati-hatilah saat menyobek plastiknya. Jangan sampai akarnya ikut tertarik. Ingat-ingat juga, usahakan leher akar si kayu manis tidak tertimbun tanah.

Musim hujan adalah waktu yang sangat tepat untuk menanam bibit kayu manis Ceylon. Kenapa? Hal itu disebabkan karena setelah beberapa bulan penanaman, bibit kayu manisnya membutuhkan air yang cukup untuk bisa bertahan dan tumbuh.

Nah, cara menanam kayu manis Ceylon sudah, selanjutnya tinggal melakukan pemeliharaan. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, pemeliharaan mempunyai andil besar dalam menghasilkan hasil produksi yang optimal. Untuk itu, beginilah pemeliharaan kayu manis Ceylon yang baik dan tepat sasaran:

  • Penyulaman

Tidak semua bibit kayu manis Ceylon yang ditanam akan tumbuh dengan baik. Karnanya, bibit yang pertumbuhannya tidak terlalu baik atau mati, sebaiknya segera diganti dengan bibit baru. Nah, itulah yang dimaksud dengan penyulaman. Penyulaman dilakukan setelah bibit sudah ditanam selama 3 bulan, namun lebih baik lagi dilakukan saat musim hujan.

  • Pemupukan

Seperti tanaman lainnya, kayu manis Ceylon butuh unsur hara tanaman. Selain didapatkan dari tanah, unsur hara bisa dipenuhi dari pupuk. Jenis pupuknya dianjurkan memakai pupuk tunggal seperti Urea, KCI atau TSP atau pupuk majemuk seperti NPK.

Jika Anda menggunakan pupuk tunggal, campurlah dulu pupuk secara merata dengan perbandingan Urea: KCI: TSP sebesar 2: 1: 1. Pemupukan tanaman kayu manis Ceylon akan jauh lebih bagus jika diberikan setelah ditanam selama 3-4 bulan, dengan frekuensi 2x setahun; saat awal serta akhir tahun di musim penghujan agar pupuk cepat larut di dalam tanah. Sehingga, pupuk pun bisa mudah diserap oleh akar. Saat menggunakan campuran pupuk tunggal, Anda bisa memberikan pemupukan awal pada tanaman yang umur tanamnya sekitar 3-4 bulan, dengan dosis 150 gr/ pohon. Perlu diperhatikan ya, kalau semakin tambahnya umur si tanaman, maka dosis pupuknya ikut bertambah. Untuk tanaman yang berumur kira-kira 3 tahunan, pupuk yang diperlukan sebanyak 1 kg untuk tiap pohonnya.

Untuk pemakaian pupuk majemuk NPK, dosisnya pun juga disesuaikan dengan umur tanamanannya. Pemupukan awal bisa dimulai sejak umur tanaman sekitar 6 minggu sesudah penanaman.

  • Penyiangan

Di sebuah lahan, tidak hanya tanaman bibit yang tumbuh tetapi juga hama seperti gulma. Agar tidak mengganggu pertumbuhan bibit kayu manis Ceylon, bersihkan gulma tiap bulannya di awal masa-masa setelah tanam. Setelah usia tanam mendekati 2-4 tahun, penyiangan cukup dikerjakan 3 bulan sekali. Dan setelah melebihi 4 tahun, siangi si gulma tiap 4-6 bulan sekali.

Sembari menyiangi, Anda bisa juga menggemburkan tanah agar penyerapan unsur hara oleh akar meningkat. Gemburkan tanahnya lalu berilah pupuk.

  • Penjarangan

Apa itu penjarangan? Penjarangan salah satu teknik pemeliharaan tanaman kayu manis Ceylon agar tidak mudah terkena penyakit, tidak terhambat pertumbuhannya juga agar kualitas kayu manisnya tidak menurun. Penjarangan dilakukan sebanyak 2 kali; saat tanaman berumur 6 tahun dan 10 tahun. Teknik pemeliharaan ini dilakukan dengan menebang tanaman pada ketinggian 25 sampai 30 cm dari permukaan tanah. Tunggul hasil tebangan, kemudian ditimbun tanah agar tumbuh menjadi tunas-tunas baru yang nantinya bisa digunakan sebagai bibit.

produksi-sri-lanka-cyelon-cinnamon

Dilihat dari langkah-langkahnya, cara menanam kayu manis Ceylon memang membutuhkan proses yang lama serta perawatan yang butuh ketelatenan. Untuk itu, sabar dan tetaplah fokus dalam melakukan langkah-langkah awal penanaman begitu juga pemeliharaannya. Dengan begitu, ketika tiba saatnya memanen, Anda pun tidak akan kecewa dengan jeri payah Anda. Nah, selamat mencoba.

Leave a Reply